Jumat, 01 April 2022

Trauma cervical

 Bila onset kurang dari 8 jam, dosis MP 30mg/kgbb dalam 2 jam lanjut 5,4mg/kgbb/jam dalam 22 jam, boleh tambah mecobalamin 2x1, ketorolac 2x1, collar neck dan imobilisasi dg long spine board

Lesi biasa nya UMN itu refleks patologis positif dan refleks fisiologis meningkat, kalo LMN refleks patologis tidak ada dan fisiologis nya menurun

Rabu, 23 Maret 2022

Prosedur IGD Anak

 Dosis dopamin multi 0,5cc/jam naik bertahap sampai 1cc/jam,  diracik dalam D5% total 50cc dg dosis 30mg/kgbb

Bactesyn 2x50mg/kgbb

Diazepam pulvus diberikan selama 48 jam

Bila kejang lebih dari sama dengan 3 menit O2 2lpm

Cairan Resomal: air mineral 1,5 liter + oralit 2,5 sachet + kcl pulvus 2gr+ gula 1 sdm

Koreksi hiperkalemia dengan nebulisasi ventolin



Rabu, 10 November 2021

prop IGD







 

JANTUNG




 

Senin, 11 September 2017

BPJS VS AdMedika

Sudah lama banget pengen nge-review kedua layanan asuransi ini, sebagai pengguna kedua layanan asuransi ini saya ingin menginformasikan beberapa hal yang saya alami sebagai pengguna asuransi ini. Well, yang pertama mengenai asuransi kesehatan kita harus tau betul mana saja klinik ataupun rumah sakit yang bekerjasama dengan asuransi kita, istilahnya secara halusnya membeli barang di Amerika menggunakan uang rupiah atau memaksa Amerika menerima uang rupiah dalam setiap transaksi kita, tentunya tidak akan nyambung. Pertama alasan dasar saya memakai BPJS adalah karena sebagai dokter internsip saya diwajibkan memiliki asuransi ini, mau tidak mau, suka tidak suka, harus mau dan harus bayar (maksa banget ya ini sebenarnya) padahal saya sebelumnya sudah punya asuransi dari suami yaitu AdMedika. Jadilah sebuah cerita lucu, gaji saya dipotong untuk bayar BPJS mau tidak mau dan gaji suami tentu otomatis dipotong dari kantor untuk asuransi AdMedika. (double pay!) Asuransi BPJS ini tentulah hanya berlaku di RS Pemerintah dan segelintir rumah sakit swasta. Wah kenapa cuma segelintir rumah sakit swasta? ya karena sistem pembayaran mereka ke pasien itu, misalnya nih, kamu mau pergi ke jakarta cuma dikasih uang jajan 120rb, mau ga mau, suka ga suka, uang segitu harus cukup untuk pulang pergi jakarta, mau kelaparan di jalan atau ongkos nya kurang atau lain2 pokonya harus cukup ga mau tau. Naah kira2 itulah gambarannya.  Sementara Asuransi AdMedika itu dibayarkan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan pengeluaran. Misalnya nih kamu pulang pergi ke jakarta ongkos pp naik bus 120rb, makan di jalan 30rb, naik gojek 15rb total berarti 165rb, dikasihlah sama ibu kamu uang segitu. Enak kan? Tentu. Makanya kebanyakan asuransi AdMedika diterima di rumah sakit swasta karena mereka membayar fasilitas kesehatan sesuai dengan pengeluaran. Sejak itu saya berpikir kenapa BPJS sempat dinyatakan haram oleh MUI, toh memang ada benarnya juga. Selain itu asuransi BPJS ga bisa berhenti seumur hidup, dipakai atau ngga, harus tetap membayar bulanan, kalau ngga malah jadi hutang seumur hidup. Serem deh sampai dibawa hutang seumur hidup segala, bisa jadi penghalang masuk surga dong. Masa nanti pas di alam kubur ada  percakapan kaya gini antara malaikat dan hamba Allah:
"Malaikat, saya udah boleh masuk surga kan?"
"Heh belum, kamu masih nunggak bayar BPJS"
"Tapi kan saya ga pakai asuransinya malaikat"
"Tuh di billing tagihannya masih ada."
Wkwkwk
Oh ya sejalan sama topik tentang orang yang tidak diterima di suatu rumah sakit karena rumah sakit tersebut tidak menerima pasien BPJS, saya sendiri pernah mengalami kok waktu di sebuah RS Swasta di Bandung. Eh jangan salah yang pasien itu tuh sebenarnya kalo menurut saya prosedurnya sudah benar kok, sudah ditangani kegawatdaruratannya cuma kalau untuk masuk ruangan ya memang begitu prosedurnya, beberapa rumah sakit swasta memang ga bekerja sama dengan BPJS. Beginilah percakapan saya dengan admin RS tersebut.
"Jadi bu kira-kira biayanya sekitar 17jt"
"Oh gitu ya mba.." kata saya sambil mikir
"Iya bu... rinciannya sebagai berikut." tuh admin ngasih rincian panjang banget
"Saya punya BPJS mba...bisa ga pake BPJS?"
"Wah RS kita ga nerima BPJS mba"
"Jadi ga nerima BPJS ya mba?"
"Iya mba ... mungkin bisa cari RS lain yang bekerja sama dengan BPJS"
"Kalo asuransi AdMedika mba?" tanya saya lagi penasaran
"Kalo asuransi AdMedika kita menerima mba...mau kelas berapa mba?"
Dan masalahnya pun beres, tanpa bayar yang belasan juta itu tuuuuh.
Sejak masalah itu saya jadi care dengan provider-provider asuransi bahkan sampe sering konsultasi ke hotline asuransi, mana aja yang merupakan RS yang bekerjasama dengan mereka. Dan setelah saya lihat dan bandingkan memang AdMedika ini kerjasama nya dengan RS swasta yang rata-rata terkenal mahal, karena mereka membayar ke RS sesuai dengan fasilitas yang diberikan ke pasien. Jadi excited sama sang suami dengan asuransinya yang TOP abis. Karena saya saja yang tenaga medis, asuransinya hanya BPJS yang you-know-me-so-well lah.
Terus nih karena saya udah bayar BPJS jadi merasa sayang kalau ga dipakai, akhirnya karena kena wasir pas habis melahirkan, saya iseng pakai BPJS. Tau sendiri ya pas habis melahirkan tuh buang air besar jadi susah, sering sembelit, karena motilitas usus yang terganggu. Nah akhirnya datang tuh ke sebuah klinik cukup terkenal di sumedang. Alhasil cuma dikasih paracetamol, dexamethason dan ranitidin. Well, tau sendiri itu obat ga ada yang nyambung sama penyakitnya.
"Dok, ini kan bukan obatnya ya setau saya"
"Iya sih...kan pakai BPJS ya...dana dari BPJSnya ga cukup untuk cover obatnya. Kalo mau paling beli sendiri obatnya"
Weksss. Terus ya dalam hati bertanya. Buat apa saya kesini kalo ujung-ujungnya disuruh beli obat sendiri, dari dulu juga tau kali obatnya. Kan tadinya biar gratis, ga usah bayar. Kan sayang pake BPJS bayar terus tapi ga pernah ngerasain manfaatnya. Akhirnya dengan sedikit dongkol ya sudahlah saya datang ke RS Swasta di Bandung pakai asuransi AdMedika dan alhamdulillah dapat obat yang dimau, GRATIS dan DICOVER AdMedika sampai wasir sembuh. BYE!
Tapi Alhamdulillah kadang-kadang dengan profesi saya seringkali kalo berobat ke dokter malah gratis ga usah bayar, pernah waktu itu berobat anak ke RS Swasta di Bandung, eh ternyata dokternya masih ingat sama saya, padahal saya berharap beliau lupa sama saya, soalnya paling ga enak ya hutang budi, susah bayarnya. Kebetulan asuransi AdMedika anak saya belum jadi, jadinya bayar sebagai pasien umum, begitu di kasir mau bayar, eh kata kasirnya ga usah bayar. Saya jadi bengong. Bayar hutang budi gimana ya caranya? Wkwkwk.
Pernah juga ke dokter gigi, saya kenal sama dokter giginya, dokter itu baru nyadar saya setelah perawatan endodontik, terus jadi malah ga usah bayar. Padahal saya mah ga enakan orangnya, kan kalo perawatan endodontik pakai materialnya bayar, masa saya gratis. Akhirnya meskipun disuruh kontrol lagi untuk perawatan endodontik selanjutnya, saya ga datang ke dokter tersebut karena ga enak kalo ga bayar. Kontrol selanjutnya rela nyetir sendiri sejauh 60 km dan pakai asuransi AdMedika biar gratis. Sebenarnya sih rumah sakit tersebut melayani pasien BPJS juga. Tapi ada kejadian sesuatu waktu itu.
"Pakai asuransi atau umum mba?"
"Asuransi mba"
"Asuransinya apa mba?"
"AdMedika mba"
"Oh ini antriannya, silahkan menunggu, dokternya nanti sebentar lagi datang"
"Oke mba"
Begitu kira-kira percakapan saya dengan admin salah satu RS. Terus tiba-tiba ada bapak-bapak juga yang sama mau berobat. Percakapannya hampir sama dengan saya. Cuma bapak itu pakai BPJS.
"Kalo pakai BPJS pa minimal harus daftar satu hari sebelumnya pak"
Wow, untunglah bilang pakai Ad Medika. Coba kalo saya bilang pakai BPJS pasti harus datang besoknya, mana udah jauh-jauh nyetir 60 km, sendiri pula. SAD. 

Senin, 24 Juli 2017

I learn, i see

1st opinion
ICD 10: R05 (cough)
Ataroc 25mg tab No V
Codein 10mg tab No V
Kenacort tab No V
Lapifed tab No V
Lapimuc 30 tab No V
Tiris Tab No V
MF XV
U/BB 10,6 kg

2nd opinion
ICD 10: J00
Cetinal tab II
Lanadexon tab IV
Lapimuc II
Lasal 4mg tab IV
Rhinofed III
MF XV

ICD J31.2
1st
Ab (azitromisin)  1x500mg (5 hari)
Tantum verde(benzydamin HCl)  2x
Optional
Ketorolac 2x1
OMZ 2x1
2nd
Codipron 2x1
Rupafin tab 1x1

Jumat, 09 Juni 2017

Resep Oreo Cheese Cake Lumer

Bahan-bahan
1. Ultra Milk Plain 800ml
2. Cream putih oreo dari 1 bungkus oreo
3. Biskuit oreo hitam yang sudah dihancurkan dengan blender/chopper
4. Keju parut dari 1/2 blok keju
5. Gula putih 5sdm
6. Tepung maizena 4sdm

Cara Pembuatan
1. Masukkan 750ml ultramilk plain ke dalam panci,  cream putih oreo, keju parut (sisakan untuk topping) dan gula, kemudian aduk sampai larut
2. Larutkan 4sdm tepung maizena kedalam 50ml ultra milk plain, aduk sampai merata kemudian campurkan ke dalam panci
3. Aduk pelan hingga merata dan terlihat mulai kental,  kemudian matikan api
4. Susun ke dalam cup diselang seling dengan biskuit oreo hitam seperti di gambar diatas, kemudian simpan di lemari es
5. Oreo cheese cake lumer siap dinikmati selagi dingin

Rabu, 10 Mei 2017

Case in Pediatrics

1. Folikulitis + ISK +Leukositosis
P: KAEN 1B, Cefotaxim, PCT, Cetirizin
2. PJR
P: RL Stopper, Ampicilin, Lasix, OMZ, Dompe, Renapar, 
Fargoxin(jika HR>100xmnt dioplos aqua 5cc dalam 15mnt atau 2x1/2 amp)
PCT, Aspirin, Prednison
3. KAD+ Susp. Neonatal DM
P: Cefotaxim, PCT, ASI, Jika GD>= 250 kasih NaCl 0,9% 12ml/jam
NaCl+Insulin 50IU(4ml/jam), cek GDS/6jam
Jika GDS<250 0="" 6tpm="" d5="" div="" insulinnya="" jadi="" nacl="" subkutan="">
4. ME
P: Cefotaxim, Dexamethason, PCT infus, Sibital/Fenobarbital

Pediatrics

1. PCT
Dosis 10-15mg/kgBB/kali
Sediaan : tab 100mg, 120, 250, 500, 650
syr 120 mg, 160mg, 250mg
infusion 10mg/ml(100ml)
supp 125mg dan 250mg
2. Ambroxol
Dosis: 1,2-1,6mg/kgBB/hari
Sediaan: tab 30mg, syr 15mg
3. Zink
<1th 10mg="" :="" hari="">1th: 20mg?hari
Sediaan: syr 20mg, tab 20mg
4. Cetirizin
Dosis: 6bln-2th: 2,5mg
sediaan: cap 20mg, syr 5mg, drop 10mg/ml
5. Domperidon
Dosis: 0,2-0,4mg/kgBB/hari. Sediaan: syr 5mg
6.Prednison
Dosis: 0,5-2mg/kgBB/hari
7. Insulin
Dosis 0,1 IU/kgBB/jam (anak) dewasa biasanya 3x10 IU/hari
8. Dexamethason
Dosis: 0,4-0,6mg/kgBB/hari
Sediaan: 0,5mg;0,75;5mg
9.Fenobarbital
Dosis:2-4mg/kgBB/hari
Sediaan: 15,30,60mg tab; 20mg syr
10. MP
Dosis: 0,4-1,6mg/kgBB/hari
11. Ferlin drop( Suplemen vitamin dan Fe)
Dosis: 2x 0,8ml atau bagi anak 1-2th = 1,6ml/hari; 6-12bln=1,2ml
Notes:
Methisoprinol: u/kelenjar atau meningkatkan daya tahan tubuh
Mucera drop
Alco drop
Enistin(u/sariawan)
     

Rabu, 08 Juni 2016

The Rules of Pregnancy Woman in Holy Month of Ramadan Based on Science and Religion


Kehamilan yang terjadi bersamaan dengan bulan ramadan kadang menjadi sebuah kontroversi kekhawatiran pada ibu dan bayi terutama apabila ibu hamil menjalankan ibadah puasa. Menurut beberapa dokter spesialis kandungan(dr. Alvin Setiawan, Sp.OG., dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG dan dr. Suryo Buwono, Sp.OG) serta jurnal kedokteran internasional yang berjudul “The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy” mengatakan sebenarnya tidak masalah jika ibu hamil berpuasa, terutama apabila usia kandungan telah berada di trisemester kedua dan ketiga atau sekitar 14 minggu ke atas. Puasa hanyalah mengubah pola makan dari siang ke malam, jadi tubuh tetap mendapat nutrisi. Menurut dokter Suryo, ibu hamil sebaiknya dianjurkan untuk tetap menjaga asupan cairan dan kalori selama berpuasa misalnya dengan minum minimal 10 gelas/hari an dianjurkan untuk mengkonsumsi kurma ajwa sekitar 3-7 butir sebagai tambahan saat sahur maupun berbuka. Sementara itu, dr. Ifa Siti Fasihah, Sp.OG menekankan pentingnya akan minum yang cukup selama kehamilan karena apabila kekurangan cairan selain dapat membuat ibu hamil dehidrasi juga dapat mengakibatkan air ketuban menjadi sedikit (oligohidramnion).
Beberapa hadis mengatakan:
“Apabila salah seorang diantara kamu puasa, hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada hendaklah berbuka dengan air, sesungguhnya air itu bersih.:”(H.R. Ahmad dan Tarmidzi)
“Siapapun yang pagi-pagi makan tujuh buah kurma Ajwa maka pada hari itu dia tidak mudah keracunan dan terserang penyakit.”(H.R. Bukhari dan Muslim)
Kurma adalah sejenis tumbuhan palem(palma) atau dalam bahasa latinnya dikenal dengan phonex dactylifer yang berbuah dan boleh dimakan, baik dalam keadaan masak maupun masih mentah.  Kurma Ajwa merupakan buah yang tidak asing lagi bagi umat muslim. Dahulu Rasulullah berbuka dan sahur dengan mengkonsumsi kurma ajwa. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, kurma ajwa ini kaya akan protein, zat gula,  vitamin A dan C serta mineral seperti zat besi,  kalsium, sodium dan pottasium yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Menurut  Badan Kesehatan Dunia(WHO), zat gula yang ada di dalam kurma berbeda dengan gula pada gula tebu maupun gula pasir yang biasa mengandung sukrosa( yang terlebih dahulu harus dipecahkan oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa), sebaliknya, buah kurma tidak membutuhkan proses yang demikian.
Bahkan Allah SWT memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan.
“Artinya: Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah,’Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa  untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”.(Q.S.Maryam: 25-26).
Bahkan menurut Hadis Riwayat Bukhari, Rasulullah pernah bersabda,” Berilah  makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah SWT menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam”
Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya yang berarti “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma yang kering dan kurma basah”
Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. 
Namun demikian, terdapat pro-kontra beberapa dokter spesialis kandungan dengan sebuah jurnal, mengenai ibu hamil dengan usia kandungan dibawah 14 minggu atau masih trimester pertama. (dr. Alvin Setiawan, Sp.OG dan dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG) menyarankan untuk ibu hamil trimester pertama atau dibawah 14 minggu sebaiknya tidak berpuasa. Hal ini dikarenakan pada usia itu, kondisi janin belum stabil serta masih memerlukan banyak nutrisi. Sebaliknya bila janin  semakin matang, tubuh pun dapat lebih menyesuaikan diri saat berpuasa. Dalam kondisi hamil muda itu, sang ibu perlu menerapkan pola makan khusus, yaitu sedikit-sedikit tetapi sering(kira-kira sekitar 1 jam sekali). Apabila menjalankan puasa, tentu pola makan ini tidak bisa diterapkan karena justru tubuh tak akan mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang lama.
 
Ketika  terjadi hal-hal di bawah ini ibu hamil sebaiknya segera membatalkan puasa:
  • Muntah-muntah lebih dari 3x
  • Mengalami siare yang diikuti rasa mulas dan melilit
  • Mengalami mimisan
  • Lemas dan pusing diikuti dengan mata berkunang-kunang 
  • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin  
 

Apabila setelah membatalkan puasa karena kondisi diatas jangan lupa untuk membayar fidiyah serta mengganti puasa di hari yang lain. 

Sementara itu berdasarkan penelitian jurnal kedokteran internasional yang berjudul “The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy” yang pada pelaksaannya melibatkan subjek penelitian ibu hamil trimester pertama dengan metode penelitian kohort yang dilakukan di Tehran’s hospital pada tahun 2004, tidak ada efek yang signifikan antara berpuasa pada ibu hamil selama bulan Ramadan baik itu berat, panjang maupun diameter kepala bayi yang dilahirkan. Relative risk of low weight birthnya hanya sekitar 1,5 antara ibu hamil trimester pertama dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak berpuasa.