Selasa, 31 Desember 2013

Tahun Baru dan BJPS? Jawabannya Mari Berwirausaha!

Sudah dengar bahwa mulai 1 Januari 2014 akan mulai berlaku BPJS? Apa sih BPJS? Sungguh terlalu apabila seorang mahasiswa kedokteran tidak pernah mendengar tentang ini karena pemerintah telah mensosialisasikannya jauh-jauh hari melalui berbagai macam media sosial terutama televisi.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. Sesuai Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, BPJS merupakan badan hukum nirlaba. Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT Askes dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT Jamsostek.[1] Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Pada awal 2014, PT Askes akan menjadi BPJS Kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Artinya seluruh masyarakat Indonesia dijamin kesehatannya oleh pemerintah karena tidak perlu merasa terbebani ketika sakit atau sekedar hanya perlu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dan memang saya mendukung sepenuhnya apabila pemerintah memang berniat seperti itu, toh sudah seharusnya pemerintah mengcover kesehatan rakyatnya. Sedih rasanya apabila mendengar berita seorang pasien yang ditolak Rumah Sakit hanya karena tidak memiliki biaya. Jadi kalau begitu sehat hanya milik orang kaya? orang miskin tidak boleh sakit? Disisi lain saya tahu betul bahwa sebuah rumah sakit, untuk melayani pasiennya butuh dana yang tidak sedikit. Berapa harga antibiotik ciprofloxacin 500mg non generik yang broadspektrum ? 150rb sodara2. Belum lagi biaya jasa tenaga kesehatan. Seorang dokter jaga/perawat dan tenaga kesehatan lain yang bekerja di Rumah Sakit tersebut yang bekerja bahkan sampai semalaman demi menjaga orang-orang yang sakit. Disisi lain ada nilai kemanusiaan yang tidak seharusnya diperjualbelikan, namun disisi lain pula para tenaga kesehatan yang bekerja non stop bahkan sering kali mengorbankan waktu mereka bersama suami/istri, anak-anak dan keluarga demi mendapat beberapa lembar rupiah agar keluarga mereka dapat hidup dengan layak. Berikut saya lampirkan surat edaran dari pemerintah mengenai BPJS.
Lampiran ini mengundang banyak kontroversi hati diantara para civitas akademika mahasiswa kedokteran. Bagaimana tidak kalau menurut celotehan teman kami bayaran kami bahkan lebih rendah dari bayar parkir di PVJ yang dia pernah bayar sampai Rp.16.000? Sebenarnya saya tidak terlalu mempermasalahkan pembayaran ini seandainya saja pemerintah secara fair menggratiskan atau setidaknya memberikan kompensasi biaya sekolah untuk menjadi seorang dokter. Sudah jadi rahasia umum bahwa menyekolahkan anak untuk menjadi seorang dokter biayanya tidak sedikit. Di universitas swasta rata-rata minimal biaya 175jt rupiah begitu masuk harus sudah ditangan, belum lagi biaya per semester 15jt rupiah. Itu adalah gambaran biaya secara umum, bahkan ada yang sampai 20jt rupiah/semester dan begitu masuk harus bayar lebih dari 200jt rupiah. Belum lagi biaya hidup. Gara-gara ini pula seringkali kami ditanya, "Orang tuanya bekerja dimana?", "Wah pasti banyak uangnya."  Sesungguhnya kami disekolahkan bukan karena orang tua kami banyak uang atau harta yang tidak habis tujuh turunan tetapi karena orang tua kami yang tidak ingin anaknya hidup tidak layak juga kami setidaknya ingin membalas budi orang tua, memberikan kehidupan yang lebih layak pada orang tua kami dan juga kepada keluarga kami kelak. Belajar untuk menjadi seorang dokter juga tidak mudah, tidak jarang kami di marah-marahin, diberi tugas yang begitu banyak, hapalan yang subhanallah sekali, bahkan seringkali buku-buku yang gede akhirnya jadi bantal karena ketiduran begitu lagi baca buku yang seabreknya. Kombinasi paket komplit antara kekuatan mental, pikiran, psikomotor dan sosial diuji disini. Tidak sedikit teman-teman kami yang akhirnya mundur padahal biaya yang sudah dikeluarkan tidak sedikit. Orang yang kutu buku, orang yang IPK nya super tinggi belum tentu akan banyak pasiennya karena kebanyakan pasien lebih suka terhadap seorang dokter yang berjiwa sosial tinggi dan ramah, inilah yang disebut efek placebo. Orang yang kutu buku, orang yang IPK nya super tinggi belum tentu akan banyak pasiennya karena kemampuan psikomotor amat sangat diperlukan terutama ketika penatalaksanaan misalnya menjahit luka, memasang laringoskop,dll. Itulah alasan kenapa saya terkadang mulai menyeimbangkan semua itu meskipun tidak mudah. Belajar bersosialisasi dan mengenal banyak karakter teman sejawat, meskipun kadang sering terbawa arus karena keasyikan. Tapi tenang saja, saya masih memegang batas-batas yang tidak seharusnya saya lampaui.
Perjuangan untuk menjadi dokter pun tidak cukup sampai menjadi dokter umum saja. Untuk menjadi seorang spesialis misalnya begitu akan masuk pun harus melalui seleksi ketat termasuk persyaratan nilai TOEFL yang cukup tinggi (kalo biaya masuk sudah jelas bersaing). Begitu masuk spesialis pun sibuknya bukan main. Seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi misalnya, beliau jam 6 pagi sudah harus berangkat ke rumah sakit pendidikan, pulang larut malam sampai 11 malam bahkan sampai tidak pulang kalau sedang jaga. Anak dan istrinya di rumah hanya bertemu beberapa jam saja sebelum tidur bahkan sering kali kalau anak beliau sudah tidur jadinya tidak bisa bermain dengan anaknya. Duh kasihan sekali ya. Dan jika itu dilakukan sampai selesei spesialis misalnya 4th maka 4th itulah anak dan istrinya akan seperti itu (haha inilah alasan mencari pasangan harus yang benar-benar setia dan sabar, kalau tidak, begitu beres atau belum beres spesialis malah cerai, amit-amit nauzubillah)
Menyikapi hal ini, beruntunglah saya memiliki sedikit pemikiran untuk berwirausaha, ya Alhamdulillah sejak masuk kuliah saya sempat mencoba beberapa usaha kecil meski hasilnya tidak seberapa tapi saya pernah sekali berjualan sampai untung Rp.200.000 hanya bermodalkan insting marketing otodidak, minimal satu penjualan hitungannya 15rb-20rb/produk(tuh kan dibanding BPJS yang hanya 8rb.hahaha). Tapi tidak berlangsung lama, hanya sekitar 1th mood saya langsung turun dan efforts untuk berwirausaha pun hilang lagi. Namun rupanya saya termasuk orang beruntung karena dipercaya oleh rekan-rekan sejawat untuk menjadi bendahara, setidaknya uang teman saya lebih dari 7jt rupiah dipercayakan kepada saya untuk dikelola. Untuk ke depannya saya berusaha untuk dapat menjadi "orang yang dapat dipercaya" apalagi cita-cita saya untuk mendirikan sebuah perusahaan dengan sistem saham atau modal bersama mulai mendapat perhatian dari salah seorang sejawat.
"Jadi kita butuh modal minimal 800jt."
"Berarti kita harus ngumpulin uang dulu segitu ya Ai?"
"Iya... insya Allah lah kalo bisa terealisasi perusahaannya bisa besar soalnya ini brand ternama jadi bisa diturunkan ke anak-cucu kita. Sistemnya kan berdasarkan persentase modal jadi persentase pembagian keuntungan dilihat dari seberapa besar modal yang ditanamkan. Tapi untuk brand ini perputaran uangnya harus sekitar 40jt/bln."
"Berarti harus nyari tempat yang strategis ya?"
"Iya, aku udah nyari tempatnya sih yang cocok dan tempat itu kayanya cocok loh"
"Wah iya, semoga sampai modal kita terkumpul, belum ada yang bikin itu disana"
Akhir kata semoga rezeki itu selalu bisa kami usahakan, darimana pun asalnya, asalkan halal. Kelak orang tua kami bisa merasakan hasil jerih payah anak-anaknya dan juga meskipun kelak hanya akan menjadi seorang ibu, semoga anak-anak dan keluarga kecil kami kelak bisa dapat hidup layak tanpa melupakan rasa kemanusiaan kepada sesama. Amin ya Rabb.


Jumat, 01 November 2013

Pilihan dan Tanggungjawab

Tadi sore sehabis shalat maghrib saya hendak mencari sesuap nasi, tiba-tiba pintu kosan di ketuk.
"Iya ada apa bu?" rupanya Ibu kosan yang berkunjung. Ah senang sekali dengan Ibu kosan ini, beliau baik sekali, sering sekali memberi saya makan dari mulai opor ayam, sushi sampai kue ulang tahun  anaknya pasti sampai ke perut saya. Hahaha. Tapi kali ini berbeda. "Neng, bisa periksa bapa?" kening saya berkerut, sekilas saya menangkap roman muka Ibu yang baik ini, ada yang berbeda. Napasnya naik turun dan terlihat gelisah. Secepat kilat saya mengangguk, sambil di dalam hati berpikir 'astaganagaaa, ini pasien beneran bukan yang biasa ada di skenario diskel atau tutorial'. Seraya saya mencari-cari stetoskop serta tensimeter di tumpukan buku dengan suasana kamar saya yang hancur berantakan. Namun begitu masuk ke kamar beliau, saya melihat beliau terbaring di tempat tidur. Kesadarannya masih compos mentis dan beliau masih sempat memanggil saya, namun respirasi nya sudah mulai takipneu. Sejenak saya mengobrol dengan ibu kos dan keluarganya sambil memeriksa tensi dan nebulizer terpasang untuk mengatasi takipneu. Rupanya beliau punya riwayat penyakit gagal ginjal dan gagal jantung et causa hiperlipidemi dan hiperurisemi. SHOCK! iyalah, secara selama ini beliau terlihat baik-baik saja. Setelah semua teratasi akhirnya saya kembali ke habitat semula diiringi rasa terima kasih dari keluarga beliau dan beliau menolak untuk dibawa ke rumah sakit karena obat-obat dari dokternya available,"ya sudahlah". Sungguh rasanya bahagia sekali mendapat rasa "terima kasih" itu. Padahal rasanya saya masih belum pantas, ilmu saya belum cukup. Sampai akhirnya tiba di kamar sendiri, napsu makan udah ga ada lagi. Ga jadi makan. Begini ya memilih sebuah profesi itu, bagaimana kalau nanti? Malam-malam orang minta tolong atau orang dengan berlumuran darah datang, bukan ga jadi makan lagi tapi makan darah lama-lama. Haha. Tapi itulah tanggungjawab, tanggungjawab atas sebuah pilihan. Harus tenang, tidak boleh panik ketika menghadapi situasi sulit sekalipun. Ini menyangkut nyawa, nyawaaa looh! Ya Allah......

Jumat, 27 Januari 2012

Inflammatory Bowel Disease:Kolitis Ulserativa


Patologi 
Makroskopik
UC adalah penyakit mukosa yang biasanya melibatkan rektum dan meluas ke proksimal sampai meliputi seluruh atau sebagian kolon. 40-50% pasien menderita penyakit yang terbatas pada rectum dan rectosigmoid, 30-40% meluas keluar sigmoid tetapi tidak melibatkan kolon yang besar, dan 20% menderita total colitis. Penyebaran proksimal secara berkelanjutan tanpa area yang tidak melibatkan mukosa. Ketika kolon besar terlibat, inflamasi meluas 2-3cm sampai ke terminal ileum pada 10-20% pasien. Perubahan endoskopik pada backwash ileitis adalah superfisial dan ringan merupakan sedikit signifikan klinis. Meskipun aktivitas makroskopik menyarankan untuk menskip daerah tsb, biopsi normal-muncul mukosa yg biasanya abnormal. Jadi, hal ini penting untuk memperoleh multiple biopsi yang tampaknya tidak melibatkan mukosa, apakah proksimal atau distal, selama endoskopi. Satu peringatan adalah terapi medis efektif yang dapat mengubah penampilan mukosa seperti menskip area atau masuk ke kolon dapat menjadi normal secara mikroskopik.
Dengan inflamasi ringan, mukosa eritem dan memiliki granular surface yang baik menyerupai sandpaper. Pada penyakit yang lebih berat, mukosa jadi hemoragik, edema dan ulserasi. Pada penyakit jangka panjang, terjadi inflamasi polip(pseudopolyps) yang mungkin terjadi dari hasil regenerasi epitelial. Mukosa mungkin kelihatan normal pada remission, tetapi pada pasien dengan penyakit beberapa tahun kelihatan atrofi dan tanpa ciri yang khas dan masuk ke kolon menjadi narrowed dan shortened. Pasien dengan penyakit fulminan dapat berkembang menjadi toxic colitis atau megakolon dimana dinding usus menjadi tipis dan mukosa diperparah dengan ulserasi, mungkin hal ini yang memicu perforasi
Mikroskopik
Penemuan histologi berhubungan baik dengan keadaan endoskopi dan rangkaian klinis Kolitis Ulserativa. Prosesnya terbatas pada mukosa dan superficial submukosa, dengan lapisan dalam nya yang tidak rusak kecuali pada penyakit fulminan. Pada Kolitis Ulserativa, dua gejala histologi utama menunjuk pada kronisita dan membantu  membedakan dari infeksi atau acute self-limited colitis. Pertama, arsitektur kripta pada kolon berubah; kriptanya jadi berkurang jumlahnya, sering dengan kekosongan diantara basis kripta dan muscularis mucosa. Kedua, beberapa pasien memiliki sel plasma basal dan kumpulan multiple limfoid basal. Tersumbatnya sistem pembuluh darah mukosa, dengan edema dan perdarahan fokal, dan sebuah sel radang menginfiltrasi seperti neutrofil, limfosit, sel plasma dan makrofag mungkin juga ada. Neutrofil menyerbu epitel, biasanya pada kripta, memberikan peningkatan pada criptitis dan akhirnya abses kripta.  Perubahan ileal pada pasien dengan backwash ileitis termasuk atrofi villous dan regenerasi kripta dengan peningkatan inflamasi, peningkatan neutrofil dan inflamasi PMN di lamina propria,  dan patchy cryptitis dan crypt abcesses.
Presentasi Klinis
Tanda dan Gejala
Gejala utama Kolitis Ulserativa adalah diare, perdarahan rectal, tenesmus, mengeluarkan mucus dan nyeri kram abdomen. Gejala keparahan penyakit tersebut berhubungan dengan luasnya penyakit tersebut. Meskipun Kolitis Ulserativa dapat terjadi akut, gejala yang muncul biasanya berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Kadang-kadang, diare dan perdarahan terjadi sebentar-sebentar dan ringan bahkan pasien tidak memperhatikan secara medis.
Pasien dengan Proctitis biasanya mengeluarkan darah segar atau darah yang bercampur dengan mucus, atau bercampur dengan tinja. Pasien juga biasanya mengalami tenesmus, tapi jarang mengalami nyeri abdomen.  Dengan Proctitis atau proctosigmoiditis, pelannya transit pada daerah proksimal, yang menunjukan jumlah pasien dengan kontipasi biasanya terlihat pada penyakit di daerah distal.
Ketika penyakit meluas melewati rectum, darah biasanya bercampur dengan tinja atau terjadi diare yang terlalu berdarah.  Motilitas kolon dipengaruhi oleh inflamasi dengan transit cepat saat melewati usus yang mengalami inflamasi. Ketika penyakit terjadi parah, pasien mengeluarkan tinja cair yang mengandung darah, nanah, dan fecal matter. Diare seringkali nokturnal atau postprandial. Meskipun nyeri yang parah bukan gejala menonjol, beberapa pasien dengan penyakit yang aktif mungkin mengalami ketidaknyamanan pada abdomen bagian bawah yang samar atau kram abdomen central yang ringan. Kram berat dan nyeri abdomen dapat terjadi dengan serangan yang berat pada penyakit tsb. Gejala yang lain pada penyakit fase sedang sampai fase berat meliputi anoreksia, mual, muntah, demam dan kehilangan berat badan.
Tanda fisik pada proctitis meliputi canal anal yang lunak dan adanya darah pada pemeriksaan rectal. Dengan penyakit yang lebih meluas , pasien biasanya lembut saat dipalpasi sekitar kolon. Pasien dengan toxic colitis memiliki nyeri yang berat dan juga terjadi perdarahan, dan yang disertai megakolon biasanya tympani pada organ hati nya. Keduanya dapat menjadi tanda peritonitis jika  perforasi telah terjadi.
Laboratorium,Endoskopi dan Radiografik
Penyakit yang aktif berhubungan dg peningkatan pada reaktan fase akut(CRP), jumlah trombosit, LED meningkat dan penurunan jumlah Hb. Fecal lactoferrin adalah penanda paling tinggi sensitifitas dan spesifitasnya untuk mendeteksi inflamasi pada usus. Level calprotectin fecal berhubungan baik dg inflamasi histologi, pediksi relaps dan deteksi pouchitis. Pada pasien yg sakitnya parah, level serum albumin menurun dengan cepat. Terjadi leukositosis tapi bukan merupakan indikator spesifik aktivitas penyakit. Proctitis atau proctosigmoiditis jarang menyebabkan peningkatan CRP. Diagnosis dibuat berdasarkan riwayat pasien; gejala klinis; pemeriksaan feses negatif terhadap bakteri, toksin C. Difficile dan  ova dan parasit: pendekatan sigmoidoskopi dan histologi rectal atau spesimen biopsi kolon.
Sigmoidoskopi digunakan untuk menilai aktivitas penyakit dan biasanya dilakukan sebelum treatment. Jika pasien tidak dalam fase gejala akut, kolonoskopi digunakan untuk menilai aktivitas dan tingkat penyakit. Penyakit yang dalam fase ringan ketika di endoskopi,memiliki ciri-ciri eritema, penurunan pola vaskular, dan friability ringan. Penyakit dalam fase sedang ditandai dg eritema, pola vaskular yg tidak ada, friability dan erosi dan penyakit fase berat dg adanya perdarahan spontan dan ulserasi.  Gejala histologi berubah lebih lambat daripada gejala klinis tetapi dapat juga digunakan untuk menentukan tingkat aktivitas penyakit.
Perubahan radiologi awal yang terlihat pada kolitis ulseratif pada single contrast barium enema adalah granularitas mukosa yang baik. Meningkat seiring dg tingkat keparahan penyakit, mukosa menjadi lebih tebal dan terlihat ulserasi pada daerah superficial. Ulserasi yang dalam tampak “collar button” ulcers, yang menujukkan bahwa ulserasi telah menembus mukosa. Lipatan Haustralmungkin masih normal pada penyakit yang masih dalam fase ringan, tetapi berkembang menjadi edema dan tebal. Kehilangan haustral dapat terjadi, terutama pada pasien dengan penyakit yang berlangsung dengan fase lama. Kolon menjadi lebih pendek dan tajam. Polip pada kolon mungkin merupakan post inflammatory polip atau pseudopolip, adenomatous polip atau karsinoma.
CT Scan tidak membantu sebaik endoskopi dan barium enema dalam menegakkan diagnosis Kolitis Ulsetativa,  tetapi jenis yang bisa ditemukan termasuk pada penebalan dinding yang sedang(<1,5cm), densitas dinding yang inhomogen, tidak adanya penebalan pada usus halus, peningkatan perirectal dan presacral fat, pendekatan pd target rektum, dan adenopati.
Komplikasi
Hanya 15% pasien dengan kolitis ulserativa yang menjadi awal penyakir catastrophic.  Perdarahan masif terjadi dengan serangan penyakit yang parah pada 1% pasien dan treatmen untuk penyakit tsb biasanya dengan menghentikan perdarahan. Bagaimanapun, jika seorang pasien membutuhkan 6-8 unit darah dalam 24-48 jam, maka indikasinya dilakukan colectomy. Toxic megacolon didefinisikan sebagai kolon transversa atau bagian kanan kolon dg diameter >6cm, dengan kehilangan haustra pada pasien dengan serangan yang berat pada Kolitis Ulserativa. Hal ini terjadi pada 5% serangan dan dapat dipicu oleh abnormalitas elektrolit dan narkotika. 50% dilatasi  akut diselesaikan dengan terapi medis sendiri, tetapi colectomy yg mendesak  dibutuhkan untuk menyembuhkannya. Perforasi adalah komplikasi lokal yang paling berbahaya, dan tanda fisik pada penderita peritonitis tidak jelas, terutama jika pasien mengkonsumsi glukokortikoid. Meskipun perforasi jarang terjadi, tingkat kematian untuk perforasi komplikasi megakolon toksik 15%. Sebagai tambahan, pasien dapat berkembang menjadi toxic kolitis dan perforasi yang parah  dimana ususnya langsung mengalami perforasi tanpa mengalami dilatasi terlebih dahulu.
Striktur terjadi pada 5-10% pasien dan selalu menyangkut Kolitis Ulseratif karena memungkinkan mendasari terjadinya neoplasia. Meskipun striktur yang tidak ganas dapat dibentuk dari inflamasi dan fibrosis Kolitis Ulserativa, Striktur itu tidak dapat dilalui dengan kolonoskopi yang seharusnya dapat mendiagnosis keganasan sampai dibuktikan sebaliknya. Striktur yang menghalangi jalan untuk kolonoskopi adalah indikasi untuk operasi. Pasien Kolitis Ulserativa kadang-kadang berkembang menjadi fissura ani, abses perianal, atau hemmorrhoid, tetapi terjadinya lesi perianal yang luas seharusnya menjadi diagnosis dari Crohn’s Disease.  
SUMBER: Harrison's Principles Internal Medicine 18th Edition

Rabu, 08 September 2010

Puisi Cinta Seorang Dokter

Mataku berakomodasi tak percaya...
Benarkah yang tertangkap oleh nervi opticiku??
Dalam smsmu..
Katamu, akulah nukleus kehidupanmu..
Katamu, jika kau flagelatta, maka akulah ATP..
Katamu, jika kau inflamasi, akulah prostaglandin..
Sadarkah aku??
Kau berhasil membuatku mengalami hipertensi fisiologis dan tachycardi
Perintahkan membrana tympani mu mendengar seluruh discuss vertebralis ku berkata...
"Setiap cardiac outputku membutuhkan pacemaker darimu. Setiap detail gerakan glossusmu merangsang saraf simpatisku."
Ucapan 'selamat malam'mu laksana diazepam..
Ucapan 'jangan menangis,sayang'mu bagaikan valium bagiku...
Dan ketika kau pergi, terasa bagaikan imunosupresi untukku..
Apa yang terjadi padaku??
Cinta kau bilang??
Tak pernah ku dengar Dorland mengucapkannya..
Di jurnal mana aku bisa memperoleh Randomised Control Trial dengan Double Blind tentangnya??
Diagnosa aku..
Infus au dengan cairan elektrolit,'aku milikmu'
Dan kita akan mengaktivasi seluruh sistem organ kita bersama-sama..
sampai brain stem memisahkan kita

Kamis, 28 Januari 2010

formspring.me

pelajaran yang disukai apa? trus pelajaran yang nilainya bagus terus apa? boleh beda.

pelajaran kosong.yg nilainya paling bagus matematik.saya belajarnya karena terpaksa.hha.vi kalo cara kirim pertanyaan gmn?

Better thαn fomsprng, try http://tr.im/Lk3R

I hope so

Ask me anything

Jumat, 22 Januari 2010

formspring.me

Ask me anything http://formspring.me/arumamy

Jumat, 15 Januari 2010

New year = a New Life

Tentu saja semua orang pasti sudah tahu bahwa satu januari adalah awal tahun baru. Hasil pemikiran Julius Caesar, Kaisar Kerajaan Romawi ini tentulah yang paling berjasa menetapkan pembagian hari dalam satu tahun menjadi 365 hari dan 366 hari khusus pada tahun kabisat yang dimana hanya terjadi empat tahun sekali. Bersamaan dengan itu, satu Januari juga membuktikan bahwa matahari berhasil berevolusi terhadap posisi matahari. Teori heliosentris yang dulu dibela setengah mati oleh Galileo Galilei kini berhasil membuktikan bahwa matahari sebagai pusat tata surya yang sekaligus juga merupakan pusat kehidupan bagi seluruh makhluk. Bisa kita bayangkan entah berapa milyar energi cahaya yang dipancarkan dalam setahun oleh matahari untuk kehidupan diseluruh jagat raya. Dan apakah semua itu memerlukan bayaran? Tentu saja tidak. Andaikan tiap energi cahaya matahari yang kita terima selama ini meminta bayaran, pasti kita tidak akan mampu membayarnya. Namun seperti kita ketahui, suatu saat energi matahari itu akan habis. Letak matahari yang diperkirakan 150 juta kilometer dari bumi, dengan demikian sinar matahari akan sampai ke bumi dalam waktu 8 menit 20 detik. Para fisikawan telah memperhitungkan bahwa energi yang dipancarkan oleh matahari ini sama dengan 57 x 10²³ kkal/menit dan mampu menyala selama hampir 50 miliar tahun. Oleh karena itu waktu menyala matahari terbatas sehingga pada suatu saat nanti matahari tidak akan bersinar lagi. Planet-planet akan keluar dari lintasannya dan bertabrakan karena kehilangan gaya tarik-menariknya, tumbuhan tidak bisa berfotosintesis dan dengan sendirinya hukum alam berlaku layaknya rantai makanan yang saling berhubungan. Namun, entah kapan itu terjadi tak ada yang tahu pasti karena Satu-satunya yang pasti hanyalah ketidakpastian. Satu Januari harusnya semakin membuat mata kita terbuka dan selalu bersyukur karena pada saat itulah bumi telah berhasil mengelilingi matahari masih tetap pada lintasannya.