Rabu, 08 Juni 2016

The Rules of Pregnancy Woman in Holy Month of Ramadan Based on Science and Religion


Kehamilan yang terjadi bersamaan dengan bulan ramadan kadang menjadi sebuah kontroversi kekhawatiran pada ibu dan bayi terutama apabila ibu hamil menjalankan ibadah puasa. Menurut beberapa dokter spesialis kandungan(dr. Alvin Setiawan, Sp.OG., dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG dan dr. Suryo Buwono, Sp.OG) serta jurnal kedokteran internasional yang berjudul “The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy” mengatakan sebenarnya tidak masalah jika ibu hamil berpuasa, terutama apabila usia kandungan telah berada di trisemester kedua dan ketiga atau sekitar 14 minggu ke atas. Puasa hanyalah mengubah pola makan dari siang ke malam, jadi tubuh tetap mendapat nutrisi. Menurut dokter Suryo, ibu hamil sebaiknya dianjurkan untuk tetap menjaga asupan cairan dan kalori selama berpuasa misalnya dengan minum minimal 10 gelas/hari an dianjurkan untuk mengkonsumsi kurma ajwa sekitar 3-7 butir sebagai tambahan saat sahur maupun berbuka. Sementara itu, dr. Ifa Siti Fasihah, Sp.OG menekankan pentingnya akan minum yang cukup selama kehamilan karena apabila kekurangan cairan selain dapat membuat ibu hamil dehidrasi juga dapat mengakibatkan air ketuban menjadi sedikit (oligohidramnion).
Beberapa hadis mengatakan:
“Apabila salah seorang diantara kamu puasa, hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada hendaklah berbuka dengan air, sesungguhnya air itu bersih.:”(H.R. Ahmad dan Tarmidzi)
“Siapapun yang pagi-pagi makan tujuh buah kurma Ajwa maka pada hari itu dia tidak mudah keracunan dan terserang penyakit.”(H.R. Bukhari dan Muslim)
Kurma adalah sejenis tumbuhan palem(palma) atau dalam bahasa latinnya dikenal dengan phonex dactylifer yang berbuah dan boleh dimakan, baik dalam keadaan masak maupun masih mentah.  Kurma Ajwa merupakan buah yang tidak asing lagi bagi umat muslim. Dahulu Rasulullah berbuka dan sahur dengan mengkonsumsi kurma ajwa. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, kurma ajwa ini kaya akan protein, zat gula,  vitamin A dan C serta mineral seperti zat besi,  kalsium, sodium dan pottasium yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Menurut  Badan Kesehatan Dunia(WHO), zat gula yang ada di dalam kurma berbeda dengan gula pada gula tebu maupun gula pasir yang biasa mengandung sukrosa( yang terlebih dahulu harus dipecahkan oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa), sebaliknya, buah kurma tidak membutuhkan proses yang demikian.
Bahkan Allah SWT memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan.
“Artinya: Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah,’Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa  untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”.(Q.S.Maryam: 25-26).
Bahkan menurut Hadis Riwayat Bukhari, Rasulullah pernah bersabda,” Berilah  makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah SWT menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam”
Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya yang berarti “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma yang kering dan kurma basah”
Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. 
Namun demikian, terdapat pro-kontra beberapa dokter spesialis kandungan dengan sebuah jurnal, mengenai ibu hamil dengan usia kandungan dibawah 14 minggu atau masih trimester pertama. (dr. Alvin Setiawan, Sp.OG dan dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG) menyarankan untuk ibu hamil trimester pertama atau dibawah 14 minggu sebaiknya tidak berpuasa. Hal ini dikarenakan pada usia itu, kondisi janin belum stabil serta masih memerlukan banyak nutrisi. Sebaliknya bila janin  semakin matang, tubuh pun dapat lebih menyesuaikan diri saat berpuasa. Dalam kondisi hamil muda itu, sang ibu perlu menerapkan pola makan khusus, yaitu sedikit-sedikit tetapi sering(kira-kira sekitar 1 jam sekali). Apabila menjalankan puasa, tentu pola makan ini tidak bisa diterapkan karena justru tubuh tak akan mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang lama.
 
Ketika  terjadi hal-hal di bawah ini ibu hamil sebaiknya segera membatalkan puasa:
  • Muntah-muntah lebih dari 3x
  • Mengalami siare yang diikuti rasa mulas dan melilit
  • Mengalami mimisan
  • Lemas dan pusing diikuti dengan mata berkunang-kunang 
  • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin  
 

Apabila setelah membatalkan puasa karena kondisi diatas jangan lupa untuk membayar fidiyah serta mengganti puasa di hari yang lain. 

Sementara itu berdasarkan penelitian jurnal kedokteran internasional yang berjudul “The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy” yang pada pelaksaannya melibatkan subjek penelitian ibu hamil trimester pertama dengan metode penelitian kohort yang dilakukan di Tehran’s hospital pada tahun 2004, tidak ada efek yang signifikan antara berpuasa pada ibu hamil selama bulan Ramadan baik itu berat, panjang maupun diameter kepala bayi yang dilahirkan. Relative risk of low weight birthnya hanya sekitar 1,5 antara ibu hamil trimester pertama dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak berpuasa.

Minggu, 02 Agustus 2015

Catatan Dokter Muda [Emergency Edition]

Krisis Hiperglikemi
An : Px cm, wanita 35th, IDDM, datang dengan keluhan lemah badan + tanda radikulopati lumbal dengan riwayat DM dan GDS 964 mg/dl
Th/Konsul dr. Sp.PD
  1. Rawat ICU
  2. IVFD RL 28 gtt/mnt
  3. Ofloxacin inj. 2x 200 mg (iv)
  4. Ranitidin 2 x 1 amp (iv)
  5. Ketorolac 2x 1 amp (iv)
  6. Drip insulin 5 IU/jam, cek GDS tiap 2 jam
  7. Tramadol 2 x 1 amp(iv)
  8. Gabapentin 2 x 300 mg
 Stroke Infark Lacuner
An: Px, laki-laki, 80 tahun datang dengan keluhan tidak sadar 2 jam SMRS. Riw. trauma(-)
Hasil CT Scan : Stroke Infark Lacuner
Th/ awal sebelum keluar hasil CT SCAN :
  1. IVFD RL
  2. Manitol 4 x 125 cc(karena ada sign tiba-tiba tidak sadar waspadai PIS, waspadai TTIK, cirinya ada lateralisasi: pupil dilatasi, pin point, anisokor, hentikan th/jika hasil CT SCAN ternyata infark)
  3. Brain act 1 x 1 gram
  4. Atorvastatin 2-0-0
Asites + varises esofagus grade III + Sirosis Hepatis
An: Mual (+) asites (+) riwayat varises esofagus grade III
Th/
  1. O2
  2. IVFD aminofusin hepar 7 gtt/mnt
  3. Cefoperazon 3x 1 amp, i.v.
  4. Furosemid 3x1 tab
  5. Inj SNMC 3x1
  6. Spironolacton  2 x 100 mg
  7. Prosogan 1x1 
 IHD Decomp
 An: sesak napas, bengkak kaki, mual, nyeri ulu hati sejak 1 hari yang lalu, riwayat penyakit jantung dan stroke
Th/:
  1. EKG
  2. DR
  3. IVFD D5%
  4. O2
  5. Lasix inj 1x1
  6. ISDN 3 x 5 mg p.o
  7. CPG 1X1 p.o.
  8. Candesartan 1 x 8mg p.o
Severe Brain Head Injury
An: Rujukan RS.X px KLL muntah 2x + penurunan kesadaran, riwayat stroke 2x dan HT
Th/:
  1. O2
  2. Infus terpasang, 20gtt/mnt
  3. pasang collar neck, mayo
  4. intubasi
  5. folley catheter
  6. NGT
  7. Manitol 125cc iv
  8. EKG, GDS, Ur, Cr, SGOT/PT, CT SCAN
  9. Konsul Sp.BS

Sabtu, 01 November 2014

Damn, i love my single way!

Sebuah cerita, sebuah kisah klasik yang dimana pada kenyataannya saya mengakhiri semuanya tanpa alasan yang jelas. Bukan karena ada masalah, bukan pula karena orang ketiga, keempat dan seterusnya. Ya pada kenyataannya saya lebih memilih untuk menjadi single. Single adalah sebuah pilihan, bukan nasib seperti jomblo. Hahaha. Meskipun terkadang banyak teman-teman saya yang bilang,"hati-hati pilihan lama-lama bisa menjadi nasib." Saya sedikit bangga pada anaknya pak jokowi, Kaesang itu, kayanya efek dari sering baca blog pribadinya, dia bangga menjadi seorang jomblo atau terakhir lihat berita Adipati dolken yang memilih untuk fokus memikirkan karirnya. Nampaknya saya juga mulai berpikir demikian untuk sekarang ini. Kebanyakan waktu sekarang ini dipakai untuk dinas siang, jaga malam atau cari uang sebagai kerjaan sampingan. Hehe ternyata punya uang hasil keringat sendiri lebih enak ya meskipun harus begadang semalaman. Oh ya sekarang saya ikut les musik di daerah sekitar kampus maranatha, tempatnya enak, privat dan harga kompetitif untuk  kantong mahasiswa seperti saya. Malam minggu seperti ini juga saya pakai untuk membuat kreasi makanan.
Ini saya sebut roll cheese crispy. Haha. iseng-iseng membuatnya dan sedikit berharap mungkin di masa depan selain membuka klinik pengobatan saya juga ingin membuka usaha di bidang makanan. Amin. Alhamdulillah juga dapat libur 1 minggu, jadi bisa digunakan untuk waktu les musik atau beristirahat di rumah. Padahal tidak sedikit yang heran pada saya kenapa tidak menghabiskan liburan di luar negeri, mungkin karena dulu kalau ada libur sedikit saja saya pasti menyempatkan liburan. Ternyata semua memang ada masanya. Masa sudah saatnya saya berpikir serius dan menata masa depan. Menghabiskan uang dan liburan di luar negeri memang enak sekali, tapi berpikir uang yang saya habiskan tidak sedikit untuk jangka waktu yang pendek dan kesenangan sesaat rasanya lebih baik saya menginvestasikan untuk yang lain. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik  lagi. Amin.

Senin, 21 Juli 2014

Indonesia needs a technocrat not just a birocrat

Pemikiran ini sebetulnya sudah lama sekali muncul, yap Indonesia needs a technocrat not just a birocrat. Berkaca terhadap pemimpin-pemimpin terdahulu maupun hingga saat ini, mulai dari Ir. Soekarno. Beliau adalah pemimpin yang paling saya kagumi, bukan saja karena beliau diabadikan sebagai patung lilin di madam tussauds tetapi beliau bagaikan titisan dari gajah mada yang mampu mempersatukan nusantara yang terdiri dari 13.667 pulau (berdasarkan data waktu kelas 5 SD saya dan entah apakah masih bertambah ataukah berkurang sampai saat ini tapi sesuatu sekali saya masih ingat jumlah persis pulau di Indonesia ketika seorang yang berkewarganegaraan Israel bertanya tentang ini kepada saya). Dilihat dari latar belakang beliau adalah seorang arsitek sama sekali bukan seorang yang belajar ilmu politik dan sosial, kehebatan beliau juga mampu membangun Stadion GBK, Mesjid Istiqlal dan juga Monas sebagai icon Indonesia tentu hal ini adalah bagian dari politik mercusuar saat itu. Bayangkan pada saat itu, peralatan perang masih sangat terbatas jangankan membayangkan adanya pesawat untuk membantu memperluas wilayah kekuasaan,zaman sekarang saja untuk mengunjungi wilayah-wilayah Indonesia masih cukup sulit. Beralih ke zaman Soeharto, beliau memang ahli dalam stabilitas keamanan dan juga pertahanan (secara basicnya seorang tentara), namun rupanya keserakahan beliau ini mengantarkan pada akhir yang bahkan sampai sekarang masih dikenang sebagai cikal bakal krisis moneter di Indonesia. Selanjutnya pada masa pemerintahan Soeharto, sebetulnya beliau sudah memiliki gagasan yang cukup baik mengenai teknologi, beliau merekrut Pak Habibie untuk mendirikan IPTN (wih hebat Indonesia bisa bikin pesawat sendiri) dan juga mobil buatan Indonesia yaitu Timor mulai diperkenalkan. Namun sayang seiring dengan krisis moneter yang semakin menjadi kedua hal tersebut gulung tikar, padahal di Malaysia mobil proton buatan negaranya sendiri sampai sekarang semakin cling di negaranya sendiri, model-modelnya pun bervariasi sampai menyerupai mobil sport, bahkan pemerintah Malaysia memberikan subsidi untuk pembelian mobil buatan negara nya sendiri.(ternyata Indonesia hanya ahli sebagai konsumen dibanding produsen). Gubrak. Padahal di Indonesia tidak sedikit pelajar-pelajar yang pintar, yang meneruskan sekolahnya bahkan sampai ke luar negeri. Namun seringkali, setelah mereka sukses di luar negeri mereka enggan kembali ke Indonesia.
"Males ki, Jakarta macet, banjir."
"Ya udah kalo gitu rubah, masa ga bisa."
"Kamu tau? untuk merubah pemikiran rakyat Indonesia terutama para pemimpinnya sangat sulit. Beasiswa dari Indonesia itu sering dianjuk, beda dengan beasiswa yang kita dapatkan dari negara tempat kita belajar yang datang setiap bulan dan tepat waktu. Kamu hitung saja misal biaya kita hidup disini sekitar 9 juta/bulan, jika saya dulu mengajukan beasiswa dari pemerintah Indonesia uang itu sering dianjuk dan hanya datang misalnya dibulan ke-6, selama 6 bulan itu kamu bayangkan darimana dapat 9x6 = 54 juta, pastilah memakai pinjaman uang orang tua dulu, untung saja saya dapat beasiswa bukan dari pemerintah Indonesia jadi datangya tepat waktu setiap bulan, itulah yang terjadi pada teman-teman saya yang mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia.